Semua punya kisah masing-masing yang terkadang masih tertutup rapat untuk menyimpannya sendiri, seolah-olah dengan cara itu untuk melupakan akan lebih mudah. Namun, dengan cara itu lah bukan malah membuat semuanya akan jadi lebih baik tapi malah tambah menggoda pikiranku untuk selalu mengingat kenangan itu.
Kenapa kenangan ini ingin selalu menyentil pikiranku agar terus-menerus memikirkannya? Mungkin karena perasaan ini pula-lah yang memaksaku untuk mengingat semuanya, lagi lagi....dan lagi.
Waktu terus berjalan, dan aku terus mencoba untuk menyibukkan diriku dengan hal yang lebih penting daripada harus memikirkan hal yang membuatku malah merasa terjebak dalam masa lalu.
Aku lelah jika kenangan ini seperti tidak henti-hentinya membisikkan ke telingaku, menggodaku untuk sedikit mengingatnya. Hah, apakah akuterlalu lemah? Sedikit saja aku mengingatnya sudah membuatku gelisah berjam-jam, apalagi harus mengingat semuanya, berapa waktu yang akan aku habiskan untuk terus gelisah, bimbang, bingung, kecanduan, dan perasaan rindu? Tapi, melihat dia yang terasa santai membuatku berfikir sejenak "Apa akuterlalu bodoh? memikirkan dia yang sama sekali tidak memperdulikanku dan mungkin sudah melupakanku"
Seharusnya aku lebih memikirkan diriku sendiri, yang masih terus mencoba mengobati luka yang lama-lama menjalar kepikiranku, begitu hebat rasa sakit ini walaupun aku yakin, secara sedikit demi sedikit sembuh walaupun itu butuh proses yang lama. Apakah aku yakin bisa melupakanmu dalam waktu singkat? Kalau ternyata masih melekat namamu dihati ini.
Aku tahu, memang melupakan bukanlah cara yang mudah apalagi kalau perasaan dan kenangan itu masih mengahantuiku. Bukan proses yang sebentar bagi wanita untuk berdiri lagi sendiri, ketika ia sangat mencintainya bahkan mencintai keluarganya juga. Ingin melepasnya tapi hati berkata lain, mereka bilang aku tidak akan bisa melupakannya karena dia begitu melekat di hatiku. Menjalani hari-hari yang sudah hitungan tahun, apakah mudah menyepelekan kenangan bersama? Ketika rasa cinta sedang memuncak? Aku tidak yakin rasa sakit ini akan pulih dalam waktu yang sebentar..
Namun, semuanya berubah ketika dia hadir! Ya, dia menyapaku seolah-olah semuanya baik-baik saja dan kenapa ia datang ketika aku sadar bahwa ini hanyalah masa lalu yang harus aku lepaskan bukan malah memancingku untuk mengingatnya. Kenapa dia hadir, lagi? Apakah ini mimpi? seketika pertanyaan ini meluncur kepikiranku. Walaupun aku senang bisa melihat dia begitupun senyumnya walau hanya lewat pesan. Banyak pertanyaan yang bermunculan; banyak pula rasa takut menghampiriku. Apakah ia hanya ingin menambah luka, lagi? Apa mungkin dia masih ada rasa padaku? Alah, pikiranku begitu abstrak ketika kamu datang. Senang,takut,sedih,kecanduan,rindu yang lebih parahnya adalah perasaan sayang yang aku takutkan akan lebih memuncak, sementara luka yang kemarin saja sedang aku coba menyembuhkannya tapi kamu malah datang, lagi....
Sudah berhari-hari kita bercanda, dan berbincang-bincang tentang hal apapun. Tapi, ada suatu keganjalan ditengah perbincangan aku dengannya, dia membahas soal cinta....manis memang, kata-katanya yang lembut dan bijaksana itulah yang membuatku nyaman, apalagi ketika aku tahu bahwa kita masih saling sayang. Kamu membuatku terlelap dalam manisnya kata-katamu, apakah aku akan terjebak untuk kesekian kalinya?
Melihatnya kembali, mendengar ia mengucapkan kata rindu semakin membuat rasa perih dulu sembuh perlahan, dia membuatku lebih semangat untuk menutup luka itu secara perlahan-lahan. Dan membuatku untuk mempertahankan dia secara diam-diam agar sampai pada saatnya aku mengejutkan ia dengan pernyataanku bahwa aku sudah berhasil menutup luka lama dan menerimamu kembali! Betapa semangatnya aku menjalaninya dengan sabar walaupun di didunia maya banyak yang memancing kecemburuanku tapi tidak membuatku berhenti untuk memperjuangkanmu. Tapi, apakah sosok ini pantas untuk aku perjuangkan?
Sampai pada saatnya aku ingin bicara tapi keanehan datang, dia merespon pesanku sangat lambat tapi aku malah memahaminya mungkin kamu sedang istirahat karena sedang menjalani ujian dan begitu lelah.
Malampun hadir, aku berkali-kali hanya menatap layar handphoneku dengan cemas menunggu, tapi ternyata tidak ada pesan darimu sedikitpun sampai esok dan esoknya lagi aku menunggu dan menunggu tapi ternyata aku tidak lagi melihat sosoknya yang selalu hadir; kemana dia? Dimana kamu disaat aku sangat membutuhkanmu?
Aku gugup, aku takut dan sendirian disini. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mengatakan semuanya; bahwa aku telah berhasil menutup luka lama dan menerimu kembali, itu berkat rasa sayangku padamu.. Dan beberapa menit kemudian handphoneku berdering dan ternyata itu pesan dari kamu, ketika ingin membuka pesanmu aku seperti dikeroyok oleh rasa takut. Perlahan demi perlahan aku baca setiap kata-katamu, dan aku tidak paham karena kamu bilang kamu sedang mencoba menjauhiku karena lelah..
Air matapun tak terbendung lagi, membasahi pipiku yang tadinya kamu buat selalu tersenyum semenjak kau hadir,lagi. Apa kesabaran memperjuangkanmu sama sekali tidak kaulihat? Apakah kamu tidak peduli dengan perjuanganku selama ini? Kenapa ketika aku berhasil menutup luka dan menerimamu kembali bahkan rasa sayangku memuncak, kau malah mengabaikannya dan memilihi untuk pergi?
Inikah yang kau bilang dengan rasa masih cinta? Inikah yang kau bilang dengan rasa rindu? Apakah semua ini bentuk kepedulianku? Dengan cara membuatku melayang tinggi dan kau hempaskan, lagi. Begitu bodohnya aku sudah mempercayai semuanya sampai aku bersemangat untuk terus memperjuangkanmu dengan begitu sabar.
Apa aku pernah mengeluh 'lelah' disaat aku memperjuangkanmu? Aku selalu ada disaat kamu membutuhkanku, tapi apakah kamu ada disaat aku membutuhkanmu? Apa aku mengeluh ingin menjauhimu? Kamu tak pernah peduli dengan rasa sedihku dan perihku, kamu membiarkanku untuk menutup luka ini sendirian; tiba-tiba kau datang dengan manis,bijaksana,dan lembut membuatku berusaha secepat mungkin menutupnya dan ketika berhasil, kamu begitu mudahnya memutuskan untuk pergi dan mengabaikan perasaanku.
Berjuang mempertahankanmu, menutup luka ini,sendirian....
Yang malah kau abaikan dan kau memilih meninggalkanku.
Apakah itu tanda peduli dan rasa sayangmu, padaku?
Tidak ada kata putus asa,ketika kamu benar-benar mencintai seseorang. Apakah kata sayangmu hanya kiasan belaka?
Aku mencoba sabar, mencoba sabar menghadapimu. Aku berusaha bertahan, berusaha memperjuangkan yang seharusnya aku lepaskan. Pantaskah sosokmu terus aku perjuangkan? Kalau yang kudapat hanyalah pengabaian dan ketidakpedulianmu?
No comments:
Post a Comment